fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Ganjar Pantau Pergerakan Warga Jawa Tengah, Masih Banyak yang Keluyuran

Ganjar Pantau Pergerakan Warga Jawa Tengah, Masih Banyak yang Keluyuran

Dibalik gencar-gencarnya anjuran untuk stay at home, warga Jawa Tengah ternyata masih banyak yang nekat keluar rumah, lebih-lebih saat perayaan hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Hal tersebut di utarakan oleh Gubernur Jawa Tengah yakni Ganjar Pranowo yang mendapatkan informasi dari Universitas Indonesia (UI).

UI memperoleh data melalui pantauan dari Google. “Itu merupakan gambaran seluruh Jawa Tengah karena basisnya adalah dengan smart phone yang mana warga pakai itu dipantau, seberapa pergerakannya karena kan GPS-nya kan hidup,” kata dia. Dari data yang di dapatkan hasilnya cukup mengejutkan, masih banyak masyarakat yang rupanya tak menghiraukan imbauan tetap di rumah saat Lebaran.

Ganjar juga menjelaskan berdasarkan pantauan nya tersebut, ternyata masih banyak warga yang suka keluyuran. Hal itu secara tidak langsung dapat menjadi pelebaran proses penularan virus corona di Jateng. Berdasarkan data tersebut, Ganjar memerintahkan kepala daerah di 35 kabupaten/kota di wilayahnya menggelar rapid test virus corona baru (Covid-19) secara massal. Pelaksanaan rapid test dapat dilaksanakan di lokasi yang sekiranya berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19. Hal yang bisa dilakukan saat ini yakni meminta tempat kerumunan untuk melakukan di-rapid test, khusunya yang di-rapid test seperti pemudik, pekerja migran, di pasar, mal atau berasal dari wilayah pusat penyebaran corona.

BACA JUGA  Inilah Penyebab Meningkatnya Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia

Selain rapid test massal, jajarannya juga sedang melakukan pelacakan ke daerah-daerah yang sudah terpantau menjadi klaster baru. Jika ini di-rapid test lebih banyak lagi akan terlihat persebarannya di masyarakat.

Dari hasil pemantauan tersebut, telah distribusikan 38 ribu alat rapid test Pemprov Jawa Tengah telah mendistribusikan alat rapid test hingga 38.111 unit. Selain itu, melalui Pemda, alat rapid test juga dibagikan langsung ke rumah-rumah sakit. Tahap pertama, Ganjar sudah membagikan 27.011 alat. Untuk dinas kesehatan kabupaten/kota terdapat kurang lebih sebanyak 24.641, sementara untuk rumah sakit sejumlah 2.370. Dari jumlah tersebut, sebanyak 809 orang dinyatakan reaktif. Sedangkan tahap kedua, ada 11.100 alat untuk seluruh kabupaten/kota. Sebanyak 3.411 di antaranya telah dipakai, hasilnya 94 orang reaktif.

Dengan dibagikan alat rapid test secara massal, hal tersebut sangat membantu pihak kesehatan ataupun pemerintah untuk memantau masyarakat yang masih negative ataupun sudah positif terjangkit covid-19.

About dewi

Check Also

Tidak Diketahui Oleh Banyak Pelanggan Tri, Ternyata Inilah Fungsi Dari Poin Bonstri

BonsTri merupakan sebuah program atau even yang mengandalkan sebuah poin yang dikumpulkan dari provider atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *