fbpx
Dalam NegeriUncategorized

Gaji Guru Honorer Yang Tak Cukup Untuk Kebutuhan Sehari-hari.

Guru adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Di Indonesia banyak guru yang statusnya PNS tetapi banyak juga yang masih Honorer. Sehingga guru honorer tidak secara resmi diakui oleh Negara. Banyak guru honorer yang belum menerima gaji yang layak. Gaji para guru Honorer ini Jauh dibawah Upah Minimum Regional (UMR).  Kebutuhan sehari-hari mereka pun serba kurang, tapi dari guru honorer mereka lebih mementingkan ilmu yang mereka ajarka gar bermanfaat untuk orang lain. Salah seorang guru Honorer yang berasal dari Purworejo bernama Yan Budi Nugroho, pekerjaan yana dia lakukan menjadi guru honorer dalam sebulan digaji Rp 200.00 per bulan.

“dari awal saya masuk kedalam dunia pendidikan saya mendapat upah sebesar Rp 50.000 terus naik Rp 100.000, terus naik lagi Rp  150.000 dan sekarang Rp 200.000 sampai sekarang sejak 2018.” Kata yan ( Dikutip dari detik.com)

Upah tersebut jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Asisten Rumah Tangga (ART/PRT). Gaji untuk menjadi ART adalah mulai dari Rp 1.500.00 sampai 2 juta perbulanya.Upah dari ART dan PRT akan ditetapkan oleh perusahaan penyalur,

BACA JUGA  Viral, Ikan Arwana Kesayangan Bayu yang Seharga 2 Juta Ini Malah Digoreng Sang Ayah Tanpa Izin

Gaji yang dimiliki oleh Yan selaku guru honorer perbulanya Rp 200.00 juga jauh akan Upah Minumum Provinsi (UMR) di Purworejo, Jawa Tengah. UMR di Jawa Tengah sebesar Rp 1.742.015.

Selain gaji yang jauh dibayah rata-rata, dalam sistim gajiannya juga menggunkan tanggal yang tidak pasti. Bahkan pernah guru honorer disana selama 3 bulan tidak menerima gaji.

“Istilah gaji guru itu di gantung, nggak kayak orang mencangkul lansung di gaji, enggak. Kadang tanggalnya enggak jelas, misaknya bulan ini tanggal 1, bulan depan bisa tanggal 5, nanti bisa tanggal 7, bahkan pernah sampai 3 bulan kami nggk menerima upah.” Jelasnya.

Yan selaku guru honorer juga bercerita sejak dia menjadi guru 2018 mendapat insentif dari kabupaten sebesar Rp 500.000 per bulannya. Namun pada saat masa pandemic seperti ini insentif tidak cair. Karena kegiatan pembelajaran dilakukan dirumah. Meskipun juga kekurangan akan fasilitas pendukung.

“Insentif besarnya Rp 500.00 per bulannya, Cuma tanggalnya tidak pasti. Untuk masa pandemic seperti ini, guru honorer untuk wilayah saya nggak ada insentifnya jadi hanya dapat yang Rp 200.000 itu.” Kata Yan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close