fbpx
Dalam NegeriKesehatan

Enggan Tuk Isolasi Mandiri, 2 Warga di Kunci di Rumah Angker

Sumber: Big 7 Travel

Kusdinar Untung Yuni Sukowati selaku Bupati Sragen mengambil tindakan tegas untuk mengantisipasi warganya yang bandel dan enggan untuk dikarantina mandiri. Dia meminta jajarannya untuk menyiapkan rumah kosong angker untuk dipakai warga yang bandel untuk dikarantina mandiri di wilayah Sragen.

Diketahui bahwa terdapat laporan ada dua warga Plupuh, Sragen, yang enggan dikarantina. Mendengar hal tersebut Kusdinar meminta Camat Miri, Sragen, untuk menyiapkan dan membersihkan rumah angker di tengah sawah sebagai tempat karantina mandiri bagi warga yang bandel. Hal tersebut juga disampaikan Bupati Yuni saat ditemui Solopos.com–jaringan Suara.com di Masaran, Sragen, Senin (20/4/2020). Yuni mengatakan bahwa pemudik yang pulang langsung datang ke posko lawan covid-19 di desa, dan mendatangani perjanjian untuk melaksanakan mandiri selama 14 hari. Apabila para pemudik menolak untuk karantina mandiri, pemimpin desa akan mengambil tindakan tegas.

Selebihnya, Yuni menuturkan bahwa salah satu desa di Plupuh tadi pagi melapor. Ada dua warga di Plupuh yang sepakat dan mau karantina mandiri tetapi di tengah jalan, melanggar komitmen itu. Akhirnya, dua warga itu dimasukkan ke rumah kosong dan berhantu lalu dikunci dari luar.

BACA JUGA  Yuk, Kenalan dengan Dita Karang, Member Secret Number Asal Indonesia

Komitmen karantina mandiri itu harusnya disadari oleh semua pihak. Yuni juga menegaskan jika penanganan Covid-19 dilakukan dengan maksimal, maka tidak mungkin ada lagi pasien positif corona yang sekarang menjadi lima orang itu.

Yuni sudah mengidentifikasi lima orang yang positif Covid-19 dan semua memiliki riwayat perjalanan ke luar Sragen. Di samping itu Yuni juga mengingatkan warga Sragen agar wajib memakai masker saat keluar rumah.

“Pekan depan, satu juta masker itu akan dibagikan ke warga. Jumlah warga Sragen hanya 980.000 jiwa jadi kalau satu juta masker cukup untuk warga Sragen. Kalau masker sudah terdistribusikan maka bisa diberlakukan tegas. Saya sudah instruksikan di pasar ada aturan kalau pedagang dan pembeli yang tidak pakai masker dilarang berjualan atau belanja ke pasar. Bisa dibuat regulasi per zona-zona itu,” jelasnya. Setelah masker terdistribusikan, maka tidak ada alasan untuk tidak bawa masker.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close