fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Ditengah Wabah, China Bangun Teleskop Terbesar di Asia

Ditengah Wabah, China Bangun Teleskop Terbesar di Asia

Sumber: voi.id

Diketahui, dalam keadaan wabah Covid-19 ini, China membangun teleskop terbesar di Asia dengan diameter antena 70 meter. Tujuan dari pembangunan radio teleskop tersebut bukan lain telah disiapkan untuk menerima data dari misi eksplorasi Mars pertama yang direncanakan akan meluncur tahun ini, penelitian ruang angkasa, dan membantu perburuan kehidupan di luar bumi.

Negara yang pertama kali dihantam wabah virus corona itu berambisi merampungkan pengorbitan, pendaratan, dan penjelajahan Planet Merah dalam satu misi yang diberi nama Tianwen-1. Menurut informasi, teleskop tersebut dibangun oleh Observatorium Astronomi Nasional, Akademi Ilmu Pengetahuan China, di Distrik Wuqing, Provinsi Tianjin.

Teleskop yang bernama Five-hundred-meter Aperture Spherical radio Telescope (FAST) ini berukuran 30 kali lapangan sepak bola, dibangun di sebuah kawasan gunung di provinsi barat daya Guizhou. Teleskop raksasa itu juga dikenal dengan nama ‘Sky Eye’ di China.

Sumber: sgp1.digitaloceanspace.com

FAST dapat digunakan untuk pengamatan pada kapasitas penuh, dan diharapkan untuk membuat sejumlah penemuan ilmiah besar dalam dua atau tiga tahun mendatang. Selain itu, teleskop tersebut juga memiliki sensitivitasnya lebih dari 2,5 kali lipat dari teleskop terbesar kedua di dunia.

BACA JUGA  Daftar Orang Terkaya di Dunia Terbaru 2020 yang Dirilis Versi Forbes

Dalam proses pembangunan teleskop ini, deikerahkan sebanyak 7.000 warga direlokasi dari tempat tersebut ke kota yang jaraknya 10 kilometer. Selain itu, dibangun juga taman bertema astronomi juga dibangun di sana dengan harapan, dapat menarik banyak wisatawan.

Wakil kepala rancangan misi eksplorasi Mars Li Chunlai mengatakan, pengiriman data akan menghadapi tantangan yakni lemahnya sinyal mengingat jarak yang sangat jauh.

China memang telah berhasil meluncurkan empat misi ke Bulan hingga sampai mendarat. Namun, jarak antara Bulan dan Bumi jauh lebih pendek yakni antara 360.000 km hingga 400.000 km. Sedangkan jarak antara Mars dan Bumi 56 juta-400 juta km.

“Maka dari itu, menerima sinyal yang sangat lemah dari Mars akan menjadi tantangan besar,” kata Li, seraya menambahkan hanya dengan radio teleskop berantena besar misi ini bisa berjalan sukses, dikutip dari The Star, Senin (27/4/2020).

Di sisi lain terdapat radio teleskop ini tak bekerja sendiri, melainkan dikombinasikan dengan tiga teleskop lain yakni di Beijing dan Kunming.

About dewi

Check Also

8 Pensil Warna Terbaik untuk Anak & Profesional, Rekomendasi Terbaru 2020

Mewarnai adalah sebuah kegiatan yang sangat disukai oleh anak anak. Selain itu, ternyata mewarnai juga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *