fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Dalam Negeri / Desak Pembuatan Kurikulum Darurat, Serikat Guru Tak Setujui Pembelajaran Daring

Desak Pembuatan Kurikulum Darurat, Serikat Guru Tak Setujui Pembelajaran Daring

Pada beberapa waktu lalu, santer terdengar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyiapkan skenario belajar dari rumah hingga akhir tahun 2020.

“Kita sedang siapkan kalau nanti belajar dari rumah ini bisa terjadi sampai akhir tahun,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Muhammad Hamid.

Atas hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menjelaskan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) justru membawa banyak hikmah, hal ini ia utarakan bertepatan pada upacara perayaan Hari Pendidikan Nasional, sabtu kemarin secara daring.

“Krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia. Tetapi dari krisis ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya,” ujarnya melalui konferensi Video.

Ia juga menambahkan, “Pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi.”

Sementara itu, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai bahwa guru, siswa, orang tua, bahkan pemerintah daerah pun tidak siap dalam menangani tantangan pendidikan seperti saat ini.

BACA JUGA  Simak, 3 Fitur Google Classroom Ini Juga Harus Diketahui Oleh Guru

Hasil survei yang dilakukan oleh FSGI dan KPAI April lalu menyatakan bahwa banyak siswa yang merasa terbebani, kemampuan guru juga dianggap masih minim dalam mengelola pembelajaran daring tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa pembelajaran ini hanya efektif di daerah yang memiliki akses internet merata. Menurut FSGI, kebijakan PJJ ini berpotensi memperlebar ketimpangan sosial ekonomi antara siswa di seluruh daerah.

Untuk itu pemerintah didorong untuk membuat skenario di masa krisis seperti saat ini. Satriwan Salim, Wakil Sekretaris Jenderal FSGI mengatakan, “Kurikulum darurat masa krisis penting di desain. Sebab kondisi masyarakat, orang tua, siswa, guru, dan sarana prasarana penunjang pendidikan saat ini sangat serba terbatas.”

FSGI juga meminta pemerintah untuk membuat skenario PPDB di masa ini, mereka menilai PPDB secara daring tidak bisa mengakomodir semua daerah.

Kemendikbud sendiri menyatakan bahwa mereka sedang memikirkan skenario PJJ hingga tahun ajaran baru 2020/2021. Untuk teknis PPDB Kemendikbud menyerahkan kepada masing-masing daerah, mereka menganjurkan dilakukan secara daring, atau dengan protokol kesehatan jika tidak ada akses internet.

About syharil

Check Also

Kabar Baik! Pemerintah Siapkan Kuota Internet Gratis untuk Pembelajaran Daring

Para provider berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik bagi para pelanggannya, seperti Tri yang juga menggunakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *