fbpx
Dalam NegeriInternetTeknologi

Data Publik Sering Bocor, Kominfo Ingatkan Masyarakat Pentingnya Melindungi Data Pribadi

Di saat masa pandemi yang terjadi saat ini, tidak sedikit kejahatan siber yang terjadi. Memang belakangan ini beberapa data yang seharusnya dirahasiakan yang dimiliki oleh beberapa pihak seperti yang dialami oleh Tokopedia, YouTube, mengalami kebocoran. Hal ini tentu sangat disayangkan, karena dapat merugikan pihak yang terkait atas kejadian tersebut.

Mariam F. Barata, Direktur Tata Kelola Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan bahwa sangat penting pendidikan literasi bagi masyarakat supaya tidak mudah untuk memberikan data pribadi kepada pihak lain dan selalu berhati-hati dalam melindungi data pribadi, kecuali memang ada sebuah tujuan atau apapun yang terpercaya sehingga tidak memungkinkan terjadinya kerugian terkait hal tersebut.

Selain menekankan hal itu kepada pemerintah yang mengemban tanggung jawab terkait upaya tersebut, Direktur Mariam juga menyampaikan kepada dunia bisnis dan lembaga swadaya masyarakat di bidang literasi digital untuk membantu menyadarkan masyarakat dalam menjaga data pribadinya.

Ia mengharapkan peran tersebut bagi para stakeholder, bukan hanya pemerintah saja namun dari masyarakat sipil, asosiasi seperti APJII, pelaku usaha, akademis, dan komunitas seperti Relawan TIK yang ada di 12 kota untuk membantu kominfo melakukan sosialisasi perlindungan data pribadi kepada masyarakat supaya lebih aware dalam melindungi data pribadinya.

BACA JUGA  Jual Mobil Secara Online, Penjualan Honda Malah Meningkat?

Direktur Mariam juga meminta kepada seluruh masyarakat yang sudah mengerti pentingnya menjaga data pribadi untuk membantu menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat yang belum mengerti. Hal ini dikarenakan menjaga keamanan data pribadi memanglah hal yang sangat penting, karena merupakan aset yang bernilai tinggi.

Melalui Talkshow Literasi Digital Masa Pandemi di dalam kanal YouTube internetsehat pada Sabtu lalu, ia juga mengatakan bahwa masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga data pribadinya masing-masing. Selain itu masyarakat juga diminta untuk tidak mudah membagikan informasi di media sosial, karena banyak pihak yang dapat memanfaatkan hal tersebut dengan tidak bertanggung jawab.

“Ini ada regulasinya yang mengatur bahwa siapapun yang meminta data pribadi pada orang itu harus dirahasiakan, harus dilindungi, tidak boleh disebarkan. Meskipun, bukan hanya di RUU PDP tetapi di peraturan yang lain juga sudah disinggung yang namanya pelindungan data pribadi seperti di PP 71 ataupun sebelumnya di Peraturan Menteri (Permen),” ujarnya.

Ia juga menjelaskan lebih lanjutnya bahwa sosialisasi tentang perlindungan data pribadi ini bertujuan supaya tidak ada hoax, disinformasi maupun ada malinformasi terkait data pribadi yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat, terutama di masa pandemi ini.

BACA JUGA  WASPADA! Penyakit Langka, Bayi Asal Sragen Meninggal Dunia Setelah Digigit Kutu Kucing
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close