fbpx
Home / Apa yang Sedang Dunia Bicarakan / Dalam Negeri / Dampak PSBB di Pasar Tradisional Jakarta

Dampak PSBB di Pasar Tradisional Jakarta

Diperlakukannya PSBB di Jakarta yang telah di mulai pada Jumat 10 April lalu, berdampak pada sektor pangan tentunya untuk para pedagang pasar. Hal ini terlihat pada suasana pasar di Jakarta yang biasanya ramai, sekarang berubah menjadi sepi dan legang. Berdasarkan hal tersebut, membuat omzet penjualan pun ikut menurun sekitar 50 % dari biasanya.

Menurut keterangan dari pedagang sayur Pasar Palmerah, Wiji Suharti (62), mengatakan, omzetnya berkurang lebih dari 50 persen hari ini. Pendapatan kotornya kurang dari Rp 1 juta meski telah berjualan selama 10 jam. Sehari sebelum PSBB, ia masih dapat meraup Rp 2 juta, sedangkan pendapatan sebelum Covid-19 mewabah sekitar Rp 3 juta. ”Karena tidak balik modal, terpaksa saya menomboki kekurangan,” katanya

Kondisi Pasar Palmerah, Pasar Kebayoran dan Pasar Jatinegara terpantau sepi sejak pagi sampai siang hari. Terlihat beberapa lapak dan kios tutup dan hanya pedagang pangan dan pokok yang berjualan di pasar. Sehubungan dengan PSBB kalangan pedagang pasar mengharapkan pemerintah dapat menyiapkan skema penataan pada pasar rakyat seiring pemberlakuan status PSBB di sejumlah wilayah. Pembatasan sosial di pasar fokus pada para pedagang yang berjualan di lapak saja. Selebihnya, wilayah dagang dapat diperluas dengan memanfaatkan area kios yang tutup selama PSBB. Dengan adanya pengaturan ini, memungkinkan terjadi nya social distancing karena membat peadangan membuat jarak minimal 1 meter.

BACA JUGA  PSBB Berdampak, Daihatsu Berstatus Stop Produksi

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menilai, hal itu penting demi menjaga keamanan antara pedagang dan pembeli mengingat pasar menjadi salah satu fasilitas yang tetap beroperasi selama upaya penanggulangan pandemi Covid-19 berlangsung. Menurut Abdullah,  penataan menjadi hal yang sangatlah penting ditengah PSBB karena mekanisme perdagangan di pasar berbeda dengan ritel. Selebihnya,  kalangan pedagang pasar tidak sepenuhnya  menyepakati adanya jam operasional demi menghindari adanya penumpukan pembeli. Selain itu, Abdullah berharap adanya gagasan dari pemerintah untuk menerapkan standar operasional yang menjamin keamanan bagi pedagang dan konsumen. Terlepas dari beragam kendala tersebut, Abdullah memastikan pasar akan tetap beroperasi dan melayani pembeli selama status PSBB.

About dewi

Check Also

Tidak Diketahui Oleh Banyak Pelanggan Tri, Ternyata Inilah Fungsi Dari Poin Bonstri

BonsTri merupakan sebuah program atau even yang mengandalkan sebuah poin yang dikumpulkan dari provider atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *