fbpx
Dalam NegeriUncategorized

Catat, PSBB di Bogor Mulai 15 April 2020

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) telah resmi disetujui oleh Perintah Pusat khusunya oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Hal ini diputuskan setelah keluarnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI dengan nomor HK.O1.07/MENKES/ 248/2O2O tentang penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Depok dalam rangka percepatan penanganan virus corona. “Kami menetapkan bahwa PSBB di lima wilayah ini akan dimulai di hari Rabu dini hari, tanggal 15 bulan April 2020 ini selama 14 hari,” ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers virtual, Minggu (12/4/2020).

Seperti contoh di Kabupaten Bogor, luas wilayah memiliki 40 kecamatan. Dengan kondisi tersebut sekitanya jumlah personil dalam pelaksanaan PSBB ini tidak cukup bila diterapkan di seluruh kecamatan. Terdapat 11 kecamatan yang sudah menjadi kawasan zona merah. Berikut kecamatan yang sudah zona merah yaitu Parung Panjang, Ciseeng, Kemang, Ciampea, Ciomas, Cibinong, Bojonggede, Cileungsi, Gunungputri, Citeureup, dan Jonggol. Menurut Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa pelaksanaan PSBB ini diprioritaskan untuk wilayah zona merah, kecamatan lainnya tetap dilakukan PSBB, namun prioritas pada zona merah. (Minggu, 12/4/2020). Selanjutnya terkait dengan banyak di tutupnya pabrik-pabrik di beberapa wilayah, Ade Yasin Pemkab Bogor tidak akan langsung menutup pabrik-pabrik yang masih beroperasi tersebut. Hal ini disebabkan karena banyaknya industry di Kabupaten Bogor yang memiliki ribuan karyawan. Apabila hal dilakukannya penutupan nasib para karyawan akan terancam. Setidaknya ada 100 ribu buruh dari berbagai sektor yang telah dirumahkan karena mewabahkan virus corona. Untuk wilayah yang lainnya juga diperlakukan prioritas pada wilayah yang sudah mencapai zona merah.

BACA JUGA  Astronom Temukan Lubang Hitam dekat Bumi yang Bisa di Lihat dengan Mata Telanjang

Maka dari itu dalam 14 hari kedepan, Ridwan Kamil menyebutkan kalau pihaknya akan mengevaluasi, apakah PSBB di wilayah tersebut akan dilanjutkan atau tidak. “Setelah 14 hari, kita evaluasi akankah diteruskan atau dikurangi intensitasnya. Kami sudah komitmnen selama PSBB, tes masif sebagai metode pelacakan virus akan kami maksimalkan,” tutupnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close