fbpx
GadgetTeknologi

Benarkah Ratusan iPhone & iPad Dalam Bahaya?

Sumber: LabKom.co.id

ZecOps telah menemukan sebuah bug yang menyebabkan 500 juta iPhone rentan dibajak hacker jahat. ZecOps merupakan perusahaan mobile security forensics, menurut Chief Executive ZecOps Zul Avraham mengatakan bahwa ia menemukan bukti bahwa kerentanan ini setidaknya sudah dieksploitasi sebanyak enam kali dalam bentuk pembobolan cybersecurity dan eksploitasi kerentanan sudah dilakukan sejak Januari 2018.

Dengan mengirimkan korban pesan berupa email yang tampaknya kosong dan membuat aplikasi Mail crash serta membutuhkan reset, inilah tak tik dari hacker untuk menyerang korbannya. Dengan tak tik tersebut membuka pintu bagi peretas untuk mencuri data pada perangkat, seperti foto galeri dan detail kontak.

ZecOps juga memastikan kerentanan adanya kemungkinkan peretas untuk mencuri data dari iPhone dari jarak jauh meskipun mereka menjalankan versi terbaru iOS. Kelemahan ini juga dapat memberikan akses semua yang dapat diakses aplikasi Mail, termasuk pesan rahasia.

Sumber: Unboxid

Berdasarkan penelitian dari dua keamanan independen yang meninjau penemuan ZecOps tersebut, menyebutkan bahwa bukti tersebut sangat dipercaya, tetapi mereka belum sepenuhnya menemukan kembali temuan tersebut.

BACA JUGA  Sedang Viral! Aplikasi Pencatat Amal Layaknya Malaikat Raqib dan Atid

Diketahui berdasarkan informasi seorang juru bicara Apple mengakui adanya kerentanan dalam software Apple khususnya pada bagian email pada iPhone dan iPad, yang dikenal sebagai aplikasi Mail. Sementara perusahaan telah mengembangkan perbaikan, yang akan diluncurkan dalam pembaruan (update) yang akan datang pada jutaan perangkat yang telah dijual secara global.

Menurut keterangan dari Patrick Wardle, seorang ahli keamanan Apple dan mantan peneliti untuk Badan Keamanan Nasional A.S., mengatakan penemuan itu “mengkonfirmasi apa yang selalu menjadi rahasia yang agak dirahasiakan: musuh yang bersumber daya baik dapat secara diam-diam menginfeksi perangkat iOS yang ditambal sepenuhnya dari jarak jauh,” ujarnya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (23/4/2020).
Untuk tambahan informasi saja, pada tahun 2019, Apple mengatakan ada 900 juta iPhone yang digunakan secara aktif di dunia. Dengan adanya kasus ini bisa memengaruhi reputasi Apple yang dikenal sebagai produsen perangkat dengan standar tinggi untuk keamanan digital menjadi turun pamor akan adanya bug tersebut.   Apple tetap berspekulasi bahwa bug tersebut memang harus diteliti kembali kebenarannya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close