fbpx
CORONA UPDATELuar NegeriTeknologi

Belum Ditemukan Vaksin, Corona Kembali Bermutasi! Sekarang Lebih Menular?

Virus Corona yang saat ini menyebar ke seluruh dunia belum juga ditemukan vaksin yang dapat mengalahkannya. Belum sampai ditemukan vaksin untuk virus tersebut, banyak penelitian yang malah menemukan bahwa virus ini telah banyak melakukan mutasi.

Virus Corona yang awalnya ada di Wuhan, telah bermutasi dalam jenis baru, dan yang menyebar di Amerika Serikat menjadi semakin menular.

Strain virus baru yang mulai menyebar di Eropa pada awal Februari sebelum berpindah kebagian negara lain termasuk Amerika, menjadi bentuk dominan virus yang ada di seluruh dunia pada akhir Maret. Hal ini diungkapkan oleh para ilmuwan di Los alamos National Laboratory (LANL) dalam penelitian yang diterbitkan di BioRxiv.

Virus ini tidak mereda di musim panas seperti panas seperti flu musiman, namun virus ini dapat bermutasi lebih lanjut yang berpotensi membatasi pembuatan vaksin virus Corona yang dikembangkan oleh para ilmuwan.

Meskipun berita ini belum ditinjau oleh rekan ilmuwan lain, namun hal ini merupakan ‘keprihatinan mendesak’, mengingat saat ini banyak vaksin sedang dikembangkan di seluruh dunia.

BACA JUGA  Terbaru, Perancis Sebut 95% Positif Covid Bukan Rokok

Pada awal Maret lalu, ilmuwan China menemukan dua tipe virus Corona, mereka menemukan jenis yang lebih agresif dari virus Corona baru telah menyumbang sebagian besar strain yang dianalisis, hal ini diungkapkan dalam penelitian yang diterbitkan pada 3 maret, oleh para ilmuwan di School of Life Sciences Universitas Paking dan Institut Pasteur of Shanghai.

Sementara itu, sebagian lainnya telah dimasukkan dalam tipe kurang agresif. Tipe virus Corona yang lebih agresif dan mematikan ditemukan pada awal wabah di Wuhan, yaitu kota yang diyakini sebagai awal virus Corona ini muncul.

Dilansir laman CNBC, Kamis (7/5/2020), para ilmuwan LANL dan tim ahli di Universitas Duke dan Universitas Sheffield di Inggris, setelah menganalisis ribuan rangkaian virus Corona yang dikumpulkan yang dikumpulkan Global Initiative for Sharing All Influenza.

Sampai saat ini, penelitian yang didukung oleh dana dari Dewan Penelitian Medis, Institut Nasional Penelitian Kesehatan dan Genome Research Limited ini telah menemukan 14 mutasi yang berdampak pada spike protein, sebuah mekanisme  multifungsi yang memungkinkan virus masuk ke inang.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close