fbpx
StreamingTeknologiViral

Bahaya Malware, Ratusan Akun YouTube Diretas, Data Pengguna Dijual di Dark Web

Dengan adanya virus Corona yang saat ini masih tersebar dimana-mana, hal ini tidak membuat menurunnya tindak kejahatan yang ada. Bahkan saat ini, banyak terjadi peretasan yang ada di dunia maya.

Belum lama ini peretasan juga kembali muncul, kali ini YouTube menjadi sasaran peretasan dan manipulasi data penggunanya. Bahkan hal ini membuat banyak akun content creator di YouTube mengalami kerugian besar.

Menurut laporan GizChina yang dikutip oleh Akurat.co pada Jumat (5/6/2020), peretasan telah terjadi pada data pengguna YouTube yang meliputi data keuangan hasil monetasi video mereka, selain itu mereka juga melakukan skema kampanye ilegal serta melakukan tindak penipuan.

Lebih parahnya lagi, beberapa peretas tidak segan-segan untuk memeras pemilik saluran YouTube dengan meminta uang dari pemiliknya. Bahkan hal ini mereka lakukan pada sejumlah pemilik akun yang memiliki banyak subscriber yang tentu memiliki konten yang menghasilkan banyak uang. Selain itu, para peretas juga memperjualbelikan data-data akun YouTube dan pelanggan yang umumnya membayar untuk menonton video yang mereka sukai dari para pembuat video di YouTube.

BACA JUGA  Tidak Tanggung-Tanggung, Covid-19 Telah Menginfeksi Sebanyak 600 Karyawan Amazon

Penjual belian ratusan akun layanan YouTube di pasar gelap dan juga forum dark web baru-baru ini ditemukan oleh sejumlah peneliti keamanan dari perusahaan IntSight. Akun tersebut merupakan hasil curian yang diperoleh dari peretasan.

Bahkan mereka juga berani mematok harga tinggi untuk akun tersebut. Memang akun YouTube ini di dark web dipandang sebagai sumber yang berharga, karena dapat digunakan untuk menjaring korban. Mereka juga menemukan seorang penjual yang melelang 687 akun YouTube yang memiliki banyak subscriber yang bervarian, dengan harga US$400. Tidak perlu waktu lama untuk melakukan lelang, akun tersebut sudah laku terjual dengan harga US$5.000 atau sekitar Rp 70 juta. Hal itu tentu sangatlah disayangkan, karena akan membuat pemilik akun YouTube menjadi rugi, apalagi proses lelang yang cepat sehingga pemilik akun tidak mengetahui adanya penjualan pada akunnya.

Prediksi dari pihak IntSight sendiri menyatakan bahwa akun tersebut dapat dicuri karena adanya malware yang menginfeksi komputer korban, peretas biasanya melakukan gaya klasik dalam menipu pemilik akun supaya mengunduh dan memasang malware. Sebenarnya kemungkinan hacker untuk meretas server YouTube dan mencuri akun-akun tersebut sangatlah kecil tanpa adanya malware.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close