fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanCORONA UPDATEDalam NegeriViral

Bagaikan Mimpi Buruk, Surabaya Berubah Status Menjadi Zona Hitam

Hari demi hari angka infeksi dan kematian akibat virus corona di Indonesia terus meningkat tajam. Hal ini di sebabkan lantaran masyarakat masih bandel dengan aturan yang tengah gencar digaungkan pemerintah, sepeti PSBB dan pemakaian masker. Provinsi DKI Jakarta disebut menjadi wilayah penyumbang angka terinfeksi paling banyak di Indonesia, dan menyusul Jawa Timur di posisi kedua.

Namun kini, angka infeksi di Jawa Timur semakin meningkat nyaris menggeser DKI Jakarta. Bahkan wilayah Jawa Timur per, Selasa 2 Juni 2020 dikabarkan telah ditetapkan memasuki zona hitam dalam penyebaran Covid-19. Zona hitam yang artinya kasus Covid-19 sudah parah sehingga perlu dilakukan lockdown.

Seperti yang pernah di beritakan Portal Surabaya, dengan judul Tak Lagi Merah, Kota Surabaya Sudah Zona Hitam, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Dr Kohar Hari Santoso menanggapi penetapan Surabaya sebagai Zona Hitam ini.

“Sebetulnya belum hitam melainkan merah tua, lebih gelap dibandingkan daerah lain di Jatim” ujar Kohar. “Jika indikator utama penetapan warna zona untuk kota Surabaya adalah jumlah pasien positif Covid-19, atau tingkat kepadatan dari pasien positif di kota Surabaya ” lanjutnya, Senin, 2 Juni 2020.

BACA JUGA  10 Koleksi Foto & Fakta Sosok Sarah Keihl yang “ Lelang Keperawanan “ Seharga 2 Milyar

Dengan adanya penetapan warna zona pada peta persebaran merujuk pada tingkat kepadatan pasien positif di daerah tersebut. Pasalnya Surabaya paling banyak yang terkena Covid-19.  Dirinya juga menambahkan bahwa indikator penetapan lainnya adalah jumlah kasus pasien positif di Surabaya mencapai 54% dari total jumlah kasus di Jawa Timur.

Hitamnya warna penyebaran wilayah kota Surabaya saat ini ternyata tidak berpengaruh pada warga kota Surabaya. Ini bisa dilihat dari ramainya pengunjung di salah satu mall di Surabaya.

Berdasarkan hasil wawancara singkat yakni Indah (24), salah satu pengunjung mall mengaku bila dirinya bosan berada dirumah terus menerus.

“Saya bosen di rumah, bisa-bisa saya stress. Kalau takut sama Corona ya udah lama, tapi kan masak diperiksa. Saya yakin aman-aman aja selama mall ini juga mematuhi protokol kesehatan” ungkapnya, Senin 1 Juni 2020.

Sementara itu, sejumlah warung kopi (warkop) disejumlah ruas jalan masih dikunjungi pengunjung dan ramai seperti tidak ada rasa ketakutan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close