fbpx
Home / Uncategorized / Apakah Kondisi Bumi Membaik, Selama Wabah Covid-19?

Apakah Kondisi Bumi Membaik, Selama Wabah Covid-19?

Sumber: IDNTimes

Dengan mewabahnya pandemi Covid-19, beberapa negara di dunia menerapkan karantina wilayah atau lockdown untuk mengurangi risiko penularan. Dengan adanya kebijakan ini memaksa warga untuk tetap tinggal di rumah dan menghindari berkumpul dengan banyak orang atau social distancing. Sekolah-sekolah dan tempat hiburan ditutup, bahkan beberapa perusahaan juga telah menerapkan #stay at home, dan juga transportasi umum pun dibatasi jumlah dan waktu operasionalnya.

Karena beberapa kebijakan ini banyak yang berspekulasi, langkah-langkah ini membuat kondisi Bumi menjadi lebih baik dan sehat. Diketahui pencemaran udara di Tiongkok dan Italia dilaporkan berkurang, bahkan menurut laporan terbaru, emisi karbon dunia mengalami penurunan terbesar sejak Perang Dunia II.

Apakah ini sebuah kabar baik untuk bumi ?

Dalam diskusi daring bertajuk “Pro Kontra COVID-19 Sebagai Obat Bumi” yang diselenggarakan #SayaPilihBumi pada Sabtu (4/4/2020) lalu, Dwi Sasetyaningtyas, founder Sustaination mengatakan bahwa meski kondisi Bumi membaik, tapi ini bukan hal yang benar.

Tyas mengutarakan bahwa, ada hal yang ganjil pada situasi saat ini, tingkat polusi dan emisi global yang menurun, bukan karena kebijakan tertentu, tapi karena industri berhenti beroperasi akibat wabah COVID-19

BACA JUGA  Kabar Baik, Pemerintah Selamatkan Layanan Transportasi Umum!
Sumber: BBC

Hal yang tak dapat dipungkiri, Tyas sebagai pegiat lingkungan, awalnya melihat sisi positif dari pandemi COVID-19. Namun, setelah melihat dampaknya secara luas, hal ini justru membuatnya resah.

Dengan situasi yang terjadi saat ini mungkin bisa dijadikan bahan pelajaran. Bahwa, jika kita mampu menjaga Bumi dan tidak serakah, maka alam pun akan memberikan hasil yang baik, seperti udara segar contohnya. 

Hal ini dapat diperbaiki dengan mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Saat ini, ketika banyak melakukan aktivitas di rumah, maka bisa dimanfaatkan untuk belajar memilah sampah sendiri di rumah dan membuat kompos. Dengan harapan setelah berakhirnya pandemic, muncul kesadaran pada setiap individu untuk lebih merawat alam.

Namun, tak dapat dipungkiri nantinya setelah wabah ini selesai, kegiatan produksi pabri juga akan semakin meningkat bahkan berkali-kali lipat untuk mengejar ketertinggalan produksi saat wabah corona.

Sebagai tambahan, Tyas juga mengajak semua orang untuk bersama-sama merefleksi diri untuk membantu sesama dan menjaga kelestarian alam setelah upaya agar wabah ini berakhir. 

About dewi

Check Also

8 Pensil Warna Terbaik untuk Anak & Profesional, Rekomendasi Terbaru 2020

Mewarnai adalah sebuah kegiatan yang sangat disukai oleh anak anak. Selain itu, ternyata mewarnai juga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *