fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanFenomena AlamUncategorized

Apakah Kalian Tahu? Mengapa Antariksa Selalu Berwarna Gelap di Antara Ribuan Bintang?

Antariksa adalah tempat di mana banyak bintang berada. Meski punya banyak ribuan bintang, kita sering melihat di berbagai foto para astronot bahwa wilayah luar angkasa sangat gelap dan berwarna hitam. Padahal, seperti yang kita ketahui, warna hitam biasanya menandakan tidak adanya cahaya. Sedangkan bintang adalah benda yang memproduksi cahaya.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, kenapa bisa demikian ? Meski tampak sederhana, tapi pertanyaan ini telah direnungkan oleh banyak ilmuwan selama berabad-abad. Tak terkecuali Johannes Kepler hingga Edmond Halley yang sudah memiliki banyak sumbangan bagi ilmu antariksa. Sari situlah muncul juga pertanyaan seperti:

Pertama, mengenai perbedaan warna langit di Bumi dan di luar angkasa.

Kedua, Mengapa terjadinya warna gelap meski pun ada banyak bintang di antariksa.

Seorang astronom Jerman bernama Heinrich Wilhelm Olbers membuat teori untuk menjelaskan fenomena ini pada tahun 1823. Saat ini, teori itu disebut Paradox Olbers. Olbers menjelaskan bahwa jagat raya ini bukan tua tanpa batas, melainkan memiliki usia 15 miliar tahun. Ini berarti bahwa kita hanya bisa melihat objek sejauh jarak cahaya yang dapat ditempuh dalam 15 miliar tahun saja. Akibatnya, cahaya bintang yang lebih jauh dari itu tidak bisa mencapai kita sehingga tidak akan membuat luar angkasa menjadi cerah sepenuhnya. Jika dalam penjelasan singkatnya, kita tidak mungkin melihat bintang di seluruh alam semesta. Hal itu terjadi karena banyak bintang yang usianya belum cukup untuk mencapai lokasi kita saat ini.

BACA JUGA  Ilmuan Prediksi Lempeng di Samudera Hindia Akan Terbelah Dua, Apa Efeknya?

Dengan hanya bintang tertentu dan jaraknya cukup jauh, sedangkan alam semesta ini sangatlah  luas, maka warna luar angkasa menjadi hitam. Alasan lainnya adalah terjadinya gerak cahaya. Geza Gyuk, Direktur Astronomi di Planetarium Adler dan peneliti di University of Chicago menjelaskan bahwa biasanya bergerak lurus ke depan dalam suatu garis kecuali memantul dari sesuatu atau dibengkokkan oleh lensa. Maka dari itu, kesimpulannya meski sebenarnya ruang angkasa di penuhi oleh ribuan cahaya, mata kita selalu membuat jalan untuk melihat ke sesuatu yang cerah saja. Pasalnya pada sebagian besar alam semesta di langit adalah kosong, maka dari itu, jika dilihat dari bumi yang kita tapaki ini tampak hitam dan tanpa cahaya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close