fbpx
Apa yang Sedang Dunia BicarakanCORONA UPDATEDalam Negeri

Apakah Itu Herd Immunity? Diyakini Bisa Menekan Covid-19

Istilah Herd immunity mungkin tidak lagi asing di telinga masyarakat semenjak adanya pandemi corona. Berbagai upaya dilakukan dalam menekan Covid-19, mulai dari physical distancing hingga rapid test secara massal dan banyak hal lagi upaya dari pemerintah.

Lalui apa itu Herd immunity?

Mengutip dari webmd.com kata Herd immunity atau Kekebalan Kelompok adalah kondisi di mana ada sebagian populasi yang kebal terhadap suatu virus tertentu. Terjadinya kekebalan itu karena mereka sudah divaksinasi atau yang sudah pernah terinfeksi sebelumnya kemudian bisa sembuh.

Adanya Herd immunity dapat membuat virus semakin sulit menyebar.

Herd immunity bisa menjadi penopang orang yang belum divaksinasi, sehingga mereka juga memiliki perlindungan karena orang-orang di sekitar sudah memiliki kekebalan tubuh yang baik. Namun, hingga kini belum ada vaksin yang terbukti dapat mencegah virus corona ini.

Dikutip dari nbcnews.com, Direktur Kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia, Mike Ryan menyampaikan penjelasannya mengenai Herd Immunity untuk Covid-19. Herd immunity adalah konsep dalam epidemiologi yang menggambarkan orang dalam jumlah besar dapat mencegah infeksi jika beberapa persen populasi memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit.

BACA JUGA  Ramadhan Ini, Tokopedia Beri Akses Gratis Tanpa Kuota Kepada Para Pengguna

Menurutnya hanya ada dua cara utama untuk mencapai tingkat kekebalan yang tinggi dalam suatu populasi di antaranya:

  1. Dengan adanya banyak orang yang telah terinfeksi, maka membuat sistem kekebalan mereka mengembangkan menjadi antibodi untuk melindungi diri terhadap virus yang mungkin saja kembali menyerang.
  2. Tanpa Herd Immunity atau perawatan yang efektif sampai vaksin tersedia secara luas.

Untuk kasus corona, diperkirakan perlu ada 50 persen hingga 70 persen populasi yang memiliki Herd Immunity. Meskipun lebih dari 5 juta kasus covid-19 yang dikonfirmasi di seluruh dunia, tidak ada negara yang memiliki tingkat kekebalan yang sesuai untuk memperlambat persebaran.

Di Wuhan, China, ribuan orang yang kembali bekerja pada bulan April diuji antibodi, dan hasil awal menemukan bahwa hanya 2 persen hingga 3 persen yang bisa meningkatkan antibodi.Hasil awal dari studi nasional di Spanyol menemukan bahwa sekitar 5 persen dari sekitar 90.000 orang yang dites positif untuk antibodi.

Dan bahkan di daerah-daerah dengan korban yang sangat banyak, seperti New York City, penelitian awal terhadap 1.300 orang ditemukan bahwa hanya 21,2 persen positif memiliki antibodi .

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close